Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Showing posts with label Seserahan. Show all posts
Showing posts with label Seserahan. Show all posts

Thursday, 17 October 2013

Review Acara Seserahan

Gara-gara jelang kewongan kemarin suka banget blogwalking cari referensi ke blog-blog khusus pernikahan, gue jadi pengen (ikut-ikutan) review nikahan gue juga. Basi nggak, ya? Secara acaranya udah lewat sekitar 4 bulanan. Hehe. Anggep aja nggak apa-apa deh, ya! Itung-itung entri ini bisa nambahin postingan blog yang nggak seberapa ini! Jiakakak!! *alasan bodoh*

Jadi mari kita mulai dengan acara Seserahan. Dalam adat Jawa, penyerahan barang-barang seserahan biasanya dilakukan di Malam Midodareni. Sebelum Midodareni, sorenya lebih dulu diadakan Siraman dan segala rentetan adat lainnya. Untuk menyelenggarakan acara adat yang udah gue sebutin tadi, pastinya ada hal-hal yang kudu disiapin. Pertama, dana. Acara adat lengkap membutuhkan dana yang nggak sedikit. Misalnya aja untuk segala sarana adatnya, dekorasi, tata rias dan busana, catering, bla bla bla. Kedua, waktu dan fisik. Di Malam Midodareni, katanya si Calon Pengantin Wanita (CPW) dilarang tidur sebelum jam 12 malem. What the...?! Udah capek ngikutin ritual adat seharian, mau tidur aja pake aturan segala! Padahal besoknya gue kudu bangun pagi buta untuk di make up terus lanjut akad nikah. Aissh... a big no no lah pastinya! Ketiga, rempong setengah hidup. Titik, nggak pake koma.

So, dengan pertimbangan hal-hal tersebut, gue minta ortu untuk meniadakan Siraman dan Midodareni. Syukurnya ortu setuju. Tapi sebagai gantinya, ortu bilang tetap harus diadakan pra acara H-1 sebelum akad dan resepsi, yang di mana acara itu merupakan acara Seserahan atau dalam adat Jogja disebut Asok Srono (bener nggak sih tulisannya? :p ), hanya aja dibuat sesimpel mungkin. Hal ini dilakukan karena mengingat besoknya akad gue dapet jatah jam 7 pagi, sementara Asok Srono itu nantinya bukan cuma sekedar acara penyerahan barang-barang seserahan, tapi juga ada poin acara lainnya. Dan bokap menjelaskan kalau rentetan acara begini nggak mungkin dilakukan jelang akad. Yowes, selama nggak rempong banget, gue manut aja sama ortu. :p

Maka diputuskanlah kalau bakal diadakan acara Seserahan atau Asok Srono pada hari Sabtu, 22 Juni 2013 di rumah ortu gue. Acara dimulai jam 2 siang dan selesai sekitar jam 4 sore. Acaranya simpel dan sederhana banget. Nggak pake ritual adat macem-macem. Cuma sambutan, lanjut acara inti, makan-makan, doa, dan selesai. Undangannya cuma terdiri dari keluarga kedua belah pihak, sahabat, dan beberapa orang tetangga aja.

Inilah inti acara Seserahan gue itu:

1. Penyerahan 13 kotak seserahan
Penyerahan ini dilakukan secara simbolis dari perwakilan pihak keluarga pipi ke perwakilan pihak keluarga gue. Mengikuti adat Jawa, seserahan gue berjumlah ganjil. Dan kenapa harus 13 biji? Itu sih biar nyamain dengan tahun merit aja. Hehe. Detailnya soal isi dan hias seserahan gue (fyi, kecuali makanan, semua seserahan gue sendiri lho yang hias! *bangga jengkang* ), bisa dicek di Seserahan Chapter 1 dan Seserahan Chapter 2.


2. Penyerahan 5 kotak angsulan
Nggak semua adat pake angsulan. Tapi keluarga gue yang adat Jawanya masih kentel, angsulan hukumnya wajib ada, sama kayak seserahan. Maknanya sih kurang lebih sebagai 'ucapan terima kasih' kepada pihak keluarga pipi. Masih menurut ada Jawa, angsulan untuk pipi jumlahnya juga ganjil, asalkan nggak boleh lebih banyak dari jumlah seserahan. Sebelumnya gue udah panjang lebar bahas angsulan ini di Angsulan Chapter 1 dan Angsulan Chapter 2. Eh, untuk angsulan, gue juga yang hias, cing! :3


3. 'Penyerahan' Calon Mempelai Pria (CPP) 
Setelah acara serah-serahan barang selesai, dilanjut dengan 'menyerahkan' pipi dari pihak keluarganya untuk dititipkan atau ikut pihak keluarga gue untuk semalaman. Dalam adat Jawa, hal kayak gini disebut Ngenger, yang merupakan tradisi turun-temurun yang katanya udah ada dari zaman dulu di kalangan masyarakat Jawa khususnya Yogyakarta. Tradisi ini bermakna ikutnya seseorang dalam suatu keluarga/tempat dengan tujuan tertentu. Karena dalam tradisi Jawa biasanya acara pernikahan dilakukan di rumah CPW, maka yang di-ngenger-kan adalah CPP-nya. Tapi jangan salah. Pada saat Ngenger, masing-masing capeng dilarang untuk saling bertemu atau istilahnya dipingit. Jadi biasanya CPP akan tidur di rumah tetangga atau saudara CPW dan baru dipertemukan kembali saat akad nikah esok harinya. Nggak semua orang Jawa pake tradisi Ngenger. Tapi mengingat jadwal akad gue yang pagi banget, akhirnya Ngenger kudu dilakukan biar pipi hadir tepat waktu, nggak terjadi hal-hal yang nggak diinginkan, dan akad di hari Minggunya bisa berjalan lancar. Gue sih nggak paham banget soal ini ya, permisa... jadi mohon kalau ada yang salah, harap dipermaklumkan! :p

Saat 'penyerahan' pipi dilakukan

Beberapa hal unik saat acara Seserahan gue:
  • Pertama, bertepatan di tanggal 22 Juni itu, bokap gue ultah, dong! So, gue seneng banget bisa kasih 'kado' spesial buat bokap gue sekaligus pastinya 'kado' yang berharga banget dan nggak terlupakan di hidup beliau. :-)
  • Kedua, dulu sebelum bokap dan nyokap merit, diadakan juga acara yang sama semacam ini 1 hari sebelum hari H, tepat di hari Sabtu juga. Jadi mungkin acara Seserahan gue kemarin mengenang kembali detik-detik sebelum mereka sah disatukan sebagai suami-istri puluhan tahun silam. Awww!!
  • Ketiga, kebaya orange model kutu baru yang gue pake di acara ini adalah kebaya warisan, yaitu kebaya yang sama yang juga dipake nyokap di acara Seserahannya dulu! Sadly, bodi nyokap dulu mungil banget, jadi awalnya tuh kebaya nggak muat di bodi gue yang 'semok' ini. Huhu. Jadi harus sedikit dilakukan permak biar kebayanya fit sama bodi gue. Harapan gue, semoga aja kebaya Seserahan itu bisa gue wariskan lagi ke anak gue (kalau cewek) untuk dipake dia di hari Seserahannya juga. Hehe. Betewe, perhatiin bahan kebayanya. Hari gini nggak keluar lagi model bahan begitu. Brokatnya aslinya tebel, beda banget sama brokat-brokat zaman sekarang yang tipis.
Kebaya yang sama dengan masa dan gaya yang berbeda. Nyokap yang anggun dan gue yang alay -__-"

    Tambahan info aja, karena acara Seserahan ini dilakukan H-1 sebelum merit, yang di mana akad dan resepsi bakal diadakan di rumah ortu gue juga, jadi nggak ada dekorasi macem-macem. Malahan pada saat acara Seserahan berlangsung, semua dekorasi untuk hari H masih dalam proses pengerjaan. Hoho. Make up gue juga nggak dibikin neko-neko. Periasnya udah satu paket dengan salon untuk merit juga. Selain salon, cateringnya juga ambil sepaket sama catering nikahan. Untuk review lebih jelasnya, nanti aja di postingan terpisah, ya!

    Berikut beberapa foto yang berhasil diabadikan Infra Photoworks di acara Seserahan gue:

    Khusus foto ini jepretannya si Infra, tapi editing ala kadarnya by me :p

    Selanjutnya adalah foto-foto alaysisasi narsis dokumentasi pribadi :p

     
    with my bestie Ria :-)

    Selesai deh curhat acara Seserahannya. Review akad dan resepsinya nyusul, ya! See you soon, say! :-*

    Saturday, 1 June 2013

    Seserahan Chapter 2: Hias Sendiri? Why Not? ^^


    WELCOME JUNE...!!! Bulan yang ditunggu-tunggu akhirnya dateng juga! Wah, tinggal beberapa minggu lagi bakal ganti status di KaTePe, nih! Hoho!

    Eniwei, mumpung waktunya sekarang agak longgar secara alhamdulillah udah banyak printilan merit yang sukses dicicil, aku mau sharing soal seserahan lagi aja yak! Dan sekarang yang mau aku bahas tentang hiasnya! Yaaay.... my fav. part, neh!!! \(=^u^=)/

    Jadi, sebelumnya aku udah pernah bahas kalau aku hias sendiri maharku di sini, dan sekarang si gank seserahan juga nggak mau kalah. Yang bakal hias mereka ya kudu aku sendiri juga. Repot? Ya pasti. Tapi tetep enjoy lah secara memang dari awal aku pengen semua bisa aku handle sendiri, termasuk urusan hias-menghias segala tetek-bengek merit ini. Yaah... ngerasa puas aja kalau bisa bikin semua dari tanganku sendiri. Hehe. Oya, ini adalah proyek uji coba pertamaku bikin prakarya hias seserahan begindang. Hwooo...!! #busungdadabangga

    Total kotak seserahanku nanti ada 13 biji, yang disesuaikan sama adat Jawa yang katanya kudu ganjil. Itu udah termasuk sama pisang sanggan dan kue-kue. Jumlah kotaknya juga disesuaikan dengan tahun aku merit. Nggak boleh kurang dan nggak boleh lebih ^^

    Ya udahlah ya... langsung aja ini dia penampakannya hasil kerja rodiku hias seserahanku sendiri. Cekidot! Cuuuussss...!!!! ^^

    1. Perlengkapan Solat: Mukena Lukis, Sajadah, Tasbih, dan Al-Qur'an


    2. Peralatan Mandi: Handuk dan Paket The Body Shop Japanese Cherry Blossom (Shower Gel, Body Lotion, Fragrance Mist, dan Puff) 


    3. Pakaian Dalam: Undies 3 Set, Lingerie, dan G-String (Uwoooo... sensor telaat!!! >,,< )


     4. Pakaian Tidur: Slippers, Kimono Tidur, dan Lingerie 


    5. Peralatan Make Up: My HG Make Up Brand pastinya Revlon dan Maybelline. 
    Viva Eyebrow Pencil cuma buat tambahan aja. Sengaja beli make up yang nggak terlalu lebay, karena semuanya ini make up yang bakalan sering aku pake untuk daily use! ^^


    6. Perlengkapan Kerja: Tas dan Sepatu


    7. Perlengkapan Pesta: Dress Brokat, Sandal Pesta, dan Clutch


     8. Bahan Kebaya dan Kain Batik


    9. Peralatan Makan: Sepasang Piring, Mangkok Besar, dan Mangkok Kecil+Tutup


    10. Bed Cover
    Khusus seserahan segede ini bungkusnya pake tile. Secara ditutup pake mika nggak bakalan cukup dan aku dodol banget bungkus pake plastik nggak bisa rapi -_-"


    Tile diiket di kiri dan kanan biar rapi

    11. Box 11-13 --> Buah dan Makanan: Pisang Sanggan, Jadah-Wajik, dan Jajan Pasar.
    Ini bukan aku yang hias. Nanti pihak keluarga pipi yang bakal hias jelang hari H. Jadi fotonya nggak ada. Aku pamerin foto kotaknya aja digabung sama kotak-kotak seserahan yang udah aku hias, ya! Kotaknya nanti pake tenong yang kosong 3 biji itu. Yang paling gede untuk pisang sanggan, sisanya untuk kue-kue. Maaf kalau fotonya kekecilan :p


    Yak, begindanglah hasilnya kerajinan tanganku. Nggak terlalu memalukan buat amatiran kayak aku lah, ya? Iya aja, deh! Haha! #maksa

    Makasih saaaanggaaaatttt buat camiku tersayang yang udah bantuin dan rumahnya mau dirusuhin bikin hiasan seserahan. Makin sayang kamu!!! #cipikacipikisampebasah

    Ini aku kasih bonus fotoku yang lagi gupek hias seserahan. Numpang nampang dikit boleh lah, ya? :p *ditimpuk bata*


    Semoga bisa jadi referensi bagi para bridezilla yang lagi galau prepare seserahannya. Iseng-iseng dikit hias seserahanmu sendiri bisa jadi pilihan yang oke daripada minta hiasin orang lain. Pasti bisa lebih puas dan berkesan. Hehe. Kalau dikembangin lagi bisa jadi ladang duit juga, nih! Wkwk! Hayoo... siapa yang seserahannya mau aku hiasin?? #promo #otakbisnis

    Di postingan berikutnya, aku bakal kasih liat hiasan angsulan pipi. Dan itu aku juga yang hias sendiri. Hehe. Makasih yang udah baca. Ja ne...! ^^

    Tuesday, 28 May 2013

    The Box

    Kurang dari sebulan lagi, lho!!! Waaaaaahhh....!!!! #jejeritansamakalender

    Eh iya, seriusan. Kurang dari sebulan, aku bakal jadi bini orang! Hwew...!! #dagdigdug

    Baiklah! Tanpa banyak cing to the cong alias cingcong, aku mau sharing lagi prepare meritku lainnya. Kali ini tentang kotak-kotak yang bakal aku pakai untuk nampung barang-barang seserahan dan angsulan ^^

    Langsung aja ini dia penampakan kotak-kotaknya :-)


    Kotak-kotaknya keliatan tradisional, ya? Secara disesuaikan sama tema meritku yang kental unsur Jawa-nya. Begitu juga dengan warnanya yang nanti bernuansa merah :-)

    Kotak di gambar pertama itu kotak yang nantinya bakal dipakai buat seserahan. Bahannya dari bambu warna maroon dengan tutup mika. Jumlah kotaknya ada 3 set (1 set isi 3 biji). Belinya via internet di Rumah Hantaran (optional link Rumah Hantaran) barengan sama yang 1 set tenong isi 3 yang ada di gambar kedua. Tenongnya juga warna maroon. Nantinya bakal diisi untuk pisang sanggan sama kue-kue seserahan.

    Lanjut ke gambar ketiga itu ada mendong 1 set isi 4 warna merah. Belinya di Pasar Beringharjo Jogjakarta. Aku nitip sama bonyok waktu mereka lagi pergi ke Jogja tahun lalu. Mendong yang paling besar nantinya untuk diisi sama bed cover, sisanya yang 3 biji bakal angsulan pipi. Betewe, itu di kotak paling atas ada bunga-bunga putih tanda panitia nyelip ke-foto, ya? Maapkeuun...! :p

    Terakhir, ada tenong 2 biji warna merah. Belinya di salah satu mall di Bandar Lampung. Waktu itu aku dan pipi memang lagi nyari tenong warna merah untuk kotak seserahan/angsulan dan kebetulan ketemu di mall itu. Tapi belinya harus satuan dan kebetulan memang tinggal sisa merah 2 biji itu. Langsung aja kami embat. Tenongnya nanti untuk isi kue-kue angsulan pipi.

    Nah, berhubung kotak-kotak yang dibeli itu masih 'virgin' alias polos-los-los, kudu ada sedikit editan biar nantinya bisa lebih cantik pas dibawa di acara seserahan. Hehe. So, dengan penuh hasrat centil, aku hiaslah itu tutup-tutup kotaknya. Simpel tapi lumayan ngerubah penampilan si kotak lah! :D


    See? Jadi lebih asoy geboy, kan? Hoho. Bahan-bahannya amat sangat mudah banget pula! Ini dia:


    Ini aku kasih bocoran simpel untuk hias tutup kotak kayak gitu. Kali aja ada yang pengen hias sendiri juga, kan? ;-)

    Keterangan sesuai gambar:
    1. Bunga tempel (sesuai selera)
    2. Double tape untuk nempel pita (disesuaikan dengan ukuran pita yang bakal ditempel)
    3. Pita satin dan organdi (warna dan ukuran sesuai selera)
    4. Gunting

    Tuh, kan? Gampang banget, kan? Nah, ini baru tutupnya. Aku juga bakal hias sendiri angsulan dan seserahanku, lho! Kayak apa hiasannya? Aku kasih liat di postingan berikutnya, ya! ^^

    Semoga ini bisa bermanfaat bagi yang butuh referensi buat merit. Makasih yang udah baca! :-)

    Saturday, 9 February 2013

    (Calon) Manten Galau


    Rempong. Mungkin itu yang bakal aku bilang kalau ditanya gimana rasanya nyiapin pernikahan sendiri tanpa bantuan Wedding Organizer atawa WO. Terus aku bakal lanjutin jawab: rasanya juga pening, capek, ribet, sutris, deg-degan, jantung berdebar, bimbang, lemah, lesu, lunglai *sindrom lebay kronis: on*, tapi sekaligus seneng dan puas. Ya. Semua komplikasi itu aku rasain dalam waktu bersamaan. Dan akhirnya sodara-sodara sebangsa dan se-Tanah Air Beta, udah bisa ditebak ujungnya bakal berakhir dengan "galau ending"! *ngarang*

    Sejak awal aku niat merit, aku memang nggak mau dan nggak pernah kepikiran pakai jasa WO. Bukan cuma soal budget yang keluar bisa dua kali lipat, tapi aku juga ngerasa kurang ada kepuasan batin kalau big day di hidupku disiapin sama orang lain. Well, mungkin bagi sebagian capeng yang sibuk dan pastinya punya dana berlebih, menggunakan jasa WO adalah hal yang lumrah. Terutama WO yang pro dan udah punya nama. Tapi buatku, susahnya kita nyiapin dan ngurus ini-itu demi sebuah pernikahan impian secara swadaya, bakalan lebih berkesan. Seenggaknya kita bisa punya cerita yang bisa kita bagi ke anak-cucu kita untuk sekedar sharing pengalaman yang terjadi sekali seumur hidup. Iya, nggak? Iya, dong! *maksa membabi-buta*


    Jadi kayak yang aku bilang di awal, efek samping dari kemandirian itu bisa berujung pada kegalauan tak berujung. Aku lagi ngalamin itu. Pasalnya, saking banyaknya hal yang harus diurus, aku sampai bingung dari mana aku mesti mulainya. Nggak tanggung-tanggung, untuk ngatasin ke-telmi-anku, aku udah nyoretin satu buku yang aku siapin khusus sebagai Wedding Planner-ku. Isinya mulai dari apa aja yang kudu disiapin, budgeting, list berbagai vendor, schedule tiap bulan, daftar tamu undangan, sampai resep sayur asem (lho?), semua aku tulis di situ. Maksudnya sih biar aku punya acuan untuk nyiapin hari H nanti. Tapi planning tinggal planning. Toh kenyataannya, banyak yang berubah dari rencana awal. Tapi nggak semuanya sih. Syukurnya. Dan itu pun dikarenakan sikon di lapangan lebih binal dari yang tertulis di kertas _ _"

     

    Misalnya aja planning yang mau beli segala pretelan kekurangan merit setelah prewed. Bulan ini, aku dan pipi udah dijadwalkan untuk foto prewed. Dan aku baru tahu, ternyata persiapan prewed itu sama ribetnya dengan nyiapin pernikahan itu sendiri. Bedanya, keribetan prewed masih dalam skala yang jauh lebih kecil. Jadilah aku dan pipi harus fokus untuk nyiapin prewed dulu sebelum nyiapin yang lain. Tapi emang dasar capeng ganjen bin centil, sambil nyiapin prewed yang tinggal bentar lagi, aku iseng-iseng tanya berbagai vendor yang jualan souvenir dan box hantaran pernikahan. Iseng tanya beberapa box yang aku mau untuk melengkapi box seserahan dan angsulanku yang masih kurang, ternyata ujungnya aku malah shopping di salah satu vendor yang menurutku harganya lumayan miring dibanding vendor sejenis lainnya. Malah akhirnya bukan cuma box yang aku beli, tapi juga tutup mika dan hiasan pita untuk box sekalian. Naluri emak-emak doyan borongnya tiba-tiba nongol! Haha! Abisnya malu hati juga, udah SMS-an sama si mbaknya yang punya vendor itu dari siang sampai malem, terus ditanya, "jadi gimana, mbak? Mau yang mana? Berapa?", eh... ujungnya nggak jadi beli. Tengsin, cong! Jadilah aku manut aja ngikutin kemauan si mbak-mbak vendor untuk beli dagangan dia. Wkwk! Bilang aja modus pengen belanja! *kabur genjot becak*

    Dan, kebetulan baru aja si mbaknya SMS ngagetin kalau orderanku udah kelar dibuat. Foto salah satu orderanku, yaitu pita hias customized, di-upload di FB si mbaknya. Nih, sekalian aja aku pamerin ya? ^^

    Order from www.rumahhantaran.com or you can add FB ownernya: "Yenny Ikarini" :-)

    Eniwei, nyinggung soal prewed lagi, sebenernya planning prewed kami pun bergeser dari tanggal yang udah disepakatin sebelumnya. Untungnya, gesernya sih nggak jauh-jauh. Cuma diundur seminggu dari jadwal yang ditetepin. Sempet sedikit shock dan (lagi-lagi) galau, waktu Mas Irfan si fotografer prewedku, tiba-tiba nelpon minta tanggal prewed kami harus diubah karena alesan tertentu. Setelah transaksi tanggal (lho?), akhirnya diputusin kalau kami bakalan difoto prewed hari Minggu, tanggal 24 Februari 2013. Aku sengaja minta hari Minggu karena sekolah biasanya sepi di hari itu. Eh, sekolah? Yup! Aku pakai sebuah SD swasta di kotaku sebagai lokasi foto prewed kami. Aku nggak mau dong kalau pas lagi serius pose, ada banyak anak SD ngerubungin kami kayak lagi nonton topeng monyet. Jadi bukan cuma harus fix ulang tanggal dengan pihak sekolah, aku juga harus konfirmasi lagi ke salon yang bakal aku pakai untuk make up-in waktu prewed. Soalnya, si mbak-mbak yang bakalan ngelenongin aku nanti bakal ngintil kami prewed seharian. Tuh kan rempong, cyin?

    Oke, nggak cukup sampai di situ kegalauanku. Aku juga galau soal mahar. Awalnya aku minta mahar ke pipi sejumlah uang koin sesuai tanggal merit kami nanti. Tapi di suatu malam yang dingin dan senyap tanpa suara tokek, aku tiba-tiba minta beberapa uang koin yang udah disiapin pipi sebagai mahar diganti dengan uang kertas dan semuanya kudu uang kuno. Alesannya sih biar hias maharnya nanti lebih mudah. Soalnya, niatnya aku memang pengen hias sendiri maharku nanti supaya lebih irit (atau pelit? _ _" ). Kalau koin semua, ideku mentok. Tapi kalau ada uang kertasnya, ada aja ide yang nyelip. Eh, pas pipi udah sanggup untuk ganti mahar yang aku minta, tiba-tiba aku bilang kalau hiasnya nanti di vendor aja. Alesannya, biaya yang dikeluarin kalau kita hias sendiri dan hias di vendor nggak beda jauh. Biar pipi yakin, aku jabarin rincian biayanya dengan gaya sok jadi akuntan dadakan. Wkwk! Giliran pipi udah ACC, eh... aku malah ngomong lagi kalau aku mau coba hias sendiri aja, nggak jadi pakai jasa vendor. Gubrak! *pipi langsung ngasah golok*

    See? Kegalauan laknat ini bener-bener lagi nyerang aku dengan riang gembira. Sampai-sampai aku juga galau aku ini cantik atau manis, sih? Jiakakak! *readers minggat sambil ngupil*

    Oke, lupakan! Intinya, persiapan pernikahan bukanlah sesuatu yang mudah. Nggak semudah yang tertulis di Wedding Planner, nggak semudah yang diajarin guru agamaku soal syarat nikah, dan nggak semudah yang pernah aku tonton di film kartun waktu Cinderella nikah sama pangerannya. Karena Cinderella nggak perlu minta surat keterangan ke Ketua RT-nya atau ngurus administrasi ke KUA buat nikah.

    Saturday, 6 October 2012

    Seserahan Chapter 1


    Seserahan kini sudah menjadi hal yang penting dalam prosesi adat pernikahan di budaya Indonesia. Seserahan sendiri dimaksudkan sebagai sebuah simbol tanggung jawab calon pengantin pria terhadap calon pengantin wanita dan keluarganya. Untuk bentuk, jenis, dan jumlahnya disesuaikan dengan latar belakang adat, selera, dan kemampuan dari masing-masing calon pengantin.

    Aku orang Jawa. Berdasarkan adat jawa, katanya kotak seserahan harus berjumlah ganjil. Boleh 5, 7, 9, 11, 13, dst. Pokoknya ganjil. Aku nggak tahu pasti alasannya. Waktu aku tanya soal ini ke orang tuaku, mereka juga nggak ngerti. Namanya adat, sudah terjadi turun-temurun. Kalau kata orang-orang tua sih, ikutin aja. Biar nggak beginilah, biar nanti begitulah. Ada aja alasan-alasan yang kadang suka nggak masuk logika. Tapi sebagai anak yang baik, ya sudah kita diem aja. Biar nggak kualat. Hehe! *sungkem di kaki mak'e*

    Oya, hal sama juga berlaku pada angsul-angsul atau angsulan. Jumlah kotak angsulan juga harus ganjil, tapi nggak boleh lebih banyak dari kotak seserahan. Angsulan sendiri bermakna simbol terima kasih dari pihak calon pengantin wanita atas seserahan yang diberikan pihak calon pengantin pria. Kalau seserahan isinya barang-barang yang diperlukan calon pengantin wanita, angsulan sebaliknya. Isinya adalah segala hal yang dikhususkan dipakai untuk calon pengantin pria. Untuk lebih lanjut soal angsulan, aku bakal review di posting lainnya.


    Nah, balik soal seserahan. Berhubung seserahan adalah salah satu yang nggak boleh dilewatkan dalam pernikahan adat Jawa, makanya aku juga nggak mau asal dalam menentukan seserahan. Soalnya nanti barang-barang itu kan bakal aku sendiri yang pakai setelah menikah. Kalau zaman dulu sih seserahan biasanya disiapkan oleh pihak keluarga calon pengantin pria, lalu diberikan kepada pihak calon pengantin wanita pada malam midodareni. Tapi sekarang zaman udah modern, mbakbro! Menyiapkan barang-barang seserahan bisa diserahkan langsung kepada calon pengantin wanita untuk memilihnya. Tentunya tetap di-backing dengan isi dompet si calon pengantin pria (nikmatnya jadi cewek! Huahaha! *dirajam pipi*). Mungkin maksudnya begini, isi barang seserahan itu kan nantinya untuk si pengantin wanita. Kalau pihak calon pengantin pria yang menyiapkan barang tapi ternyata barang itu nggak sesuai selera atau ukuran si pengantin wanita kan ujungnya malah nggak kepake. Mubazir, deh! Hehe.


    So, itulah sebabnya setelah pertunangan, aku sudah membuat list barang-barang seserahan apa aja yang aku mau. Bermodal list itu, pipi juga bisa menyiapkan budget tiap bulan untuk menyicil semua barang sampai selesai. Aku juga pengen kotak seserahanku nanti berjumlah 13. Nggak boleh kurang, nggak boleh lebih. Selain katanya dalam adat Jawa kotak seserahan harus ganjil, angka itu juga aku sesuaikan dengan tahun kami menikah nanti, yaitu 2013 :-)

    Daaann... ini dia kalau ada yang mau ngintip apa aja barang-barang seserahan yang udah aku list:

    1. Bed Cover.
    Ini sebenernya termasuk dalam perlengkapan tidur. Tapi berhubung bed cover yang kami beli ini ukurannya lumayan jumbo dan nggak bakal muat kalau berdesakkan dalam 1 kotak bareng perlengkapan tidur yang lain, jadilah bed cover ini menyendiri. Hehe.

    2. Perlengkapan Tidur: baju tidur kimono, baju tidur lingerie, dan slippers.
    Nggak tahu kenapa, semua perlengkapan tidur ini ada nuansa pink semua. Malah baju tidur kimononya full warna pink. Padahal niat awal sih pengen beli merah semua. Tapi ternyata model yang cucok malah bener-bener beda dari planning semula. Haha! Dasar nggak punya pendirian... =..="

    3. Pakaian Dalam: bra+CD 3 stel, lingerie, dan G-string (olalala... harusnya item ini disensor aja, ya? :p ).
    Sama kasusnya kayak perlengkapan tidur, awalnya aku juga pengen beli pakaian dalam yang nuansa merah semua. Secara aku penggemar merah. Tapi kenapa jadi beli yang ada warna pink semua, ya? Ya sudahlah, lupakan saja! :D

    4. Perlengkapan Mandi: handuk dan toiletries.
    Untuk kategori yang ini, kita baru beli handuknya aja. Toiletries bisa menyusul kalau udah mau deket-deket hari H. Lagian, untuk list toiletries-nya masih belum fix. Kadang masih suka berubah. Liat produk skin care itu, pengen beli yang itu aja. Giliran nongol yang lain lagi, jadi pengen juga. Haaa~~~liat ajalah nanti! _ _"

    5. Perlengkapan Kerja: tas dan sepatu.
    Untuk beli 2 item ini lumayan lambreta juga, lho! Secara aku tuh orangnya kelewat perfeksionis. Jadi kalau mau beli barang kudu yang bisa buat aku fall in love at the first sight dulu. Kalau bahasanya orang pacaran mah harus nemu chemistry-nya gitu! Jadi mau sehari semalam muterin 1 mall tapi kalau nggak ada yang buat hati ini kasmaran *lebay!* ya udah aja, cuma buat betis gede dan pastinya pipi ngomel-ngomel! Tralalala..! So, pas nemu tas kerja warna pastel yang aduhai semlehoi bohay yang tergolek menggoda di etalase sebuah butik *apaseh?* langsung aja gue sikat! Nah, sepatu kerjanya dibeli setelah beli tas. Jadi nggak 1 set gitu. Itu pun harus nunggu lagi kurang lebih 2 minggu sampai aku nemu yang pas disandingkan dengan si tas pastel. Haha! *keterlaluan!* Dan, akhirnya si tas pastel ketemu juga dengan belahan jiwanya: sepatu high heels simpel dengan warna senada plus aksen tali di pergelangan kaki. Cantik banget!

    6. Perlengkapan Pesta: gaun pesta, sendal/sepatu pesta, dan clutch.
    Khusus kategori ini, aku pilih warna hitam semua. Kesannya elegan gitu. Oke, itu memang salah satu alasan tapi yang paling dasar sebenernya bukan itu *digeplak yang baca*. Yeah, lagi-lagi ini gara-gara si warna merah! Aku kan belum pernah punya clutch merah, jadi aku pengen banget 1 stel semua perlengkapan pestaku di seserahan nanti merah. Tapi nyatanya, aku malah nemu clutch yang aku suka banget dan itu bukan warna merah tapi hitam! But it's fine. Hitam juga warna favorit aku. Jadilah aku pilih semua warna yang senada untuk perlengkapan pesta. Oya, bukan cuma warna, tapi juga bahan. Nggak tahu kenapa, aku bisa dapetin perlengkapan pestaku semua berbahan dasar lace a.k.a brokat, dan aku juga penggemar brokat! Lucky!

    7. Kebaya dan Kain Batik.
    Finally, ada juga item merah di seserahanku. Yup! Bahan kebaya pilihanku untuk seserahan punya warna merah yang kusuka. Untuk kain batiknya, lagi-lagi dalam adat Jawa, katanya harus pilih motif tertentu. Di antaranya: sidomukti, sidomulyo, sidoasih, atau sidoluhur. Kami memilih sidomukti. Nggak ada alasan khusus. Pokoknya seketemunya aja, sih! #plak

    8. Perlengkapan Solat: mukena, sajadah, Al-Qur'an, dan tasbih.
    Pipi beliin 1 set perlengkapan solat ini bareng dengan aku beli 1 set perlengkapan solat untuk angsulan pipi. Khusus sajadah kami beli yang motif dan bahannya sama. Nuansa warna untuk perlengkapan solat kami serba coklat. Itu pilihan pipi. Aku ikut aja. Oya, aku nggak mau jadiin perlengkapan solat sebagai mahar seperti umumnya pengantin zaman sekarang. Cukup ada di seserahan aja. Buatku sih mahar punya tingkatan lebih tinggi dibanding seserahan. Bagiku, perlengkapan solat bukan cuma simbol dalam mahar. Tapi perlengkapan yang bener-bener harus dipakai setiap hari setelah menikah. Karena urusannya udah sama Tuhan langsung. Jadi aku takut dosa aja kalau aku nggak bertanggung jawab atas mahar yang kuminta dari camiku. Tapi ini cuma opini pribadi, lho! Kalau ada yang mau jadiin perlengkapan solat sebagai mahar ya monggo aja :-)

    9. Peralatan Makan.
    Kata nyokap, seserahan dan angsulan kami harus ada alat makannya. Beli yang 1 set yang nantinya bisa dipakai untuk makan-minum kami sehari-hari setelah menikah. Maksudnya ada alat makan di seserahan biar apa, ya? Duh, gue lupa! :p

    10. Make Up.
    Ini kategori yang paling ditakutin pipi. Secara bakal membuat 'langsing' dompet dia dalam hitungan detik. Haha! Sebenernya sih make up yang sehari-hari aku pakai memang branded, tapi harganya masih affordable, kok. Tapi kalau ditotal sih yah lumayan juga. Wkwk! *pipi nangis di pojokan*. Eum... tapi tenang aja, chayanx, list-nya belum fix. Masih bisa berubah. Aku orangnya pengertian, kok. Aku nggak bakal beli eyeshadow palette yang harganya ratusan ribu. Soalnya... yang harganya sejeti itu lebih bagus, sih! Minta yang itu aja, ya? Jiakakakak! *direndem di air keras sama pipi*

    11. Kue.
    Dalam adat Jawa, katanya dalam seserahan harus disertakan kue-kue tradisional yang lengket. Misalnya, wajik, jadah, jenang, dll. Katanya biar pengantinnya juga lengket terus. Asssiiikk!! Jadi nanti rencananya mau diisi kue wajik dan jadah aja :-)

    12. Jajan Pasar.
    Ini juga termasuk kue. Tapi fungsinya sebagai pelengkap aja, sih. Rencananya nanti juga mau diisi sama jajan pasar yang lengket-lengket dibuat dari beras ketan or sejenisnya, kayak lapis, gemblong, ketan, getuk, cenil, dll. Untuk isi pastinya aku serahin ke mama mertua aja, deh! Hehe.

    13. Pisang Suruh Ayu (Raja).
    Katanya, buah yang 1 ini juga nggak boleh nggak ada dalam seserahan adat Jawa. Itu perlambang sedyo rahayu, yang artinyaaaa... sejahtera, sodara-sodara!

    Well, itu tadi list seserahan buat pernikahanku nanti. Semua masih disimpan rapi sama mama mertua. Sampai waktunya tiba untuk dihias, baru deh semua bakal dikeluarkan dari persembunyian. Hehe. Nah, untuk hias kotak seserahannya juga aku udah punya referensi sendiri. Tapi nanti aja aku posting soal itu, ya? Semoga ini bisa jadi referensi bagi yang ingin mempersiapkan pernikahan juga ^^

    P.S. all pictures are not belong to me.